Alhamdulillah empat mahasiswa Perikanan Tangkap mendapatkan penghargaan medali emas dan Best International Green Environment Award pada event Japan Design Idea and Invention di Tokyo pada tanggal 16-17 Juni 2019. Inovasi yang dibawakan berjudul “HYWAIC TECHNOLOGY (Hybrid and Wind Photovoltaic) to Optimize The Utilizing of Renewable Energy for Fyber Boat”, inovasi ini hadir dengan latar belakang maraknya emisi dari mesin yang digunakan pada kapal perikanan. Maka dari itu, perlu adanya pencarian energi alternative untuk menggantikan energi fossil yang menjadi bahan bakar utama untuk penggerak kapal. Bahan bakar alternative tersebut diantaranya sinar matahari dan angin. Melihat bahwasannya di laut intensitas cahaya yang tinggi dan juga angin yang ada di setiap musim, memungkinkan untuk mengganti energi fosil (bensin dan solar) dengan energi surya dan angin. Adapun untuk lebih menjadikan kapal perikanan tersebut semakin ramah, maka bahan utama pembuatan kapal juga diganti tidak terbuat dari kayu melainkan fiber yang tahan korosi dan ramah lingkungan. Penggantian kayu dengan fiber ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi kayu Indonesia yang semakin hari semakin meningkat dan tentunya hal tersebut perlu dipertimbangkan dan juga kapal perikanan yang terbuat dari kayu tidak akan bertahan lama, walaupun sudah dilapisi oleh cat anti korosi. Maka dari itu untuk menanggulangi permasalahan tersebut, kami mahasiswa UNDIP departemen Perikanan Tangkap mencoba untuk membuat kapal Perikanan bertenagakan sinar matahari dan angin dengan bahan utama kapal terbuat dari fiber. Adapun penerima penghargaan tersebut adalah Dyah Rahayuningtyas, Willy Puspa Irawan, Khansa Kharifa dan Abdurrahman Firdhany. Keempat mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Departemen Perikanan Tangkap 2017.