Ruang Kelas

Ruang kuliah di FPIK cukup banyak, yakni berjumlah 24 ruang. Ruang tersebut ada yang berkapasitas besar (di atas 200 mahasiswa) dan kapasitas kecil (di bawah 50 mahasiswa). Dari sisi jumlah, ruang kelas sudah mencukupi kebutuhan. 

Ruang kelas telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang  Proses Belajar Mengajar (PBM), seperti papan tulis, LCD, kursi kuliah, dan lain sebagainya.  

Sarana dan fasilitas tersebut diperoleh dari dana yang bersumber dari APBN rupiah murni, PNBP, bantuan luar negeri, kerjasama dan lain sebagainya.  Sejalan dengan waktu dan perkembangan teknologi, sarana dan fasilitas yang sudah ada, meskipun saat ini bisa mendukung jalannya kegiatan-kegiatan, dirasa masih kurang secara kuantitas dan kualitasnya, seperti penambahan LCD proyektor.  Oleh karena itu keberlanjutan sarana tersebut masih terus ditingkatkan.

Ruang laboratorium di FPIK cukup tersedia dan telah dilengkapi dengan peralatan laboratorium. Lab. Kampus Tembalang Semarang sudah memenuhi standar sebagai laboratorium pendidikan, tersedia peralatan laboratorium yang bersifat  instrumen analitik maupun pengolahan, seperti timbangan analitik, autoklaf, refraktometer, dan AAS.

Pada tahun 2016, di kampus Tembalang telah selesai dibangun sebuah gedung laboratorium Kelautan dan Oseanografi 5 lantai menggunakan dana PNBP Undip. Gedung tersebur difokuskan untuk mendukung kegiatan reset dan perkuiahan pascasarjana. Tahun 2017 diharapkan dapat diisi fasilitas laboratorium dan perkuliahan

Fasilitas di Kampus LPWP Jepara dan Teluk Awur Jepara masih dapat mendukung untuk pelaksanaan PBM (praktikum dan penelitian), khususnya kegiatan praktikum lapang.  Sejak tahun 2015, kampus Teluk Awur Jepara dikembangkan menjadi Marine Science TechnoPark (MSTP), dengan pembiayaan dari Kementerian Ristek Dikti. Di samping sebagai pusat inkubasi bisnis dan start up industri di bidang perikanan dan kelautan, dari sisi pendidikan, MSTP juga merupakan laboratorium riset dan teaching industry.

Meskipun sarana-prasarana telah dikembangkan, namun dirasakan masih perlu ditambah. Untuk menanggulangi hal tersebut, dilakukan dengan mengembangkan jejaring kerjasama, untuk mendukung kegiatan PBM.

Universitas Diponegoro, termasuk Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan telah mempunyai MOU dengan berbagai instansi, misalnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah termasuk di dalamnya Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) dan sebagainya. Di bawah naungan kerjasama tersebut Di bawah naungan kerjasama tersebut, mahasiswa/dosen di lingkungan FPIK, dapat memanfaatkan fasilitas (sarana dan prasarana) yang dimiliki oleh instansi tersebut untuk peningkatan kualitas PBM.